Bedanya air di Bumi dengan air di Mars, Apa?
![]() |
Bogor, Nextstory - Sedari kecil kita sudah diajari oleh orangtua kita, bahwasanya benda cair tak berwarna yang kita gunakan untuk mandi, minum, serta mencuci namanya air. Kita dilihatkan bagaimana caranya manusia mendapatkan air, baik dari menggali tanah sampai ketemu sumber air yang memancar, dari sungai yang mengalir, maupun dari aliran air yang keluar langsung dari tanah tanpa harus menggali, serta sumber lainnya yang intinya bisa gunakan untuk keperluan sehari-hari. Manusia telah memanfaatkan air sedari nenek moyang guna keperluan rumah tangga, irigasi, maupun untuk menyirami tanaman. Volume air yang tetap dan tidak akan berkurang menjadikan air sebagai benda tetap yang tidak akan ada habisnya. Situasi tersebut terjadi karena adanya siklus hidrologi air yang terus berputar.
Siklus hidrologi terjadi secara alami. Ketika cahaya matahari menyinari permukaan bumi akan menguapkan air yang ada, baik dari laut, danau, sungai, maupun tumbuhan. uap air tersebut akan membentuk awan dan turun kembali sebagai hujan dan meresap kedalam tanah sebagai air tanah.
Bagaimana dengan planet tetangga? Mars? bukankah disana juga terdapat air? Iya benar disana memang terdapat air. Tapi apakah kalian tahu, apakah air yang ada di Mars itu sama atau tidak dengan air yang ada dibumi? kan sama-sama air, mungkin saja sama kan? dan sekarangpun para astronot kan sedang meneliti Mars untuk dapat dihuni oleh manusia dimasa depan.
Perlu diketahui, Mars merupakan salah satu planet yang diperkirakan cocok untuk nantinya dijadikan tempat tinggal selain bumi, ini bisa dilihat dengan adanya air didalam Mars serta kadar oksigen yang masih diperhitungkan kecukupannya.
Air yang terdapat di Mars mengalami siklus yang terjadi setiap dua tahun sekali dengan waktu di Bumi. SIklus ini berlangsung ketika musim panas Mars di bagian selatan Mars. Air yang menguap ini terangkat ke astmofer dan terbawa ke bagian utara Mars. Tetapi tatkala siklus yang terjadi di Bumi terus berputar tanpa terjadi pengurangan volume air, di Mars malah sebaliknya.
Setiap terjadinya siklus hidrologi di Mars maka itu akan mengurangi volumenya. itu terjadi karena pada saat air di Mars menguap dan terangkat ke atmosfer, uap air ini akan terkena radiasi ultraviolet matahari yang merubahnya menjadi hidrogen dan hidroksil radikal. Nah hidrogen inilah yang terlepas keluar angkasa, sedangkan yang lainnya akan turun kembali ke Mars.
Para peneliti berspekulasi, adanya lapisan toposfer pada Mars yang sangat dingin dan sering terbuka menyebabkan hidrogen ini terlepas ke angkasa luar. Lapisan ini sering terbuka setidaknya dua kali dalam sehari, ditempat tertentu dalam kurun waktu tahunan. itu juga diperkuat dengan lapisan toposfer Mars yang juga sangat permeabel akan uap air dari pada lapisan toposfer pada Bumi. (Cys)

0 Comments