BAB IX MENJADI ORANGTUA
“Usahakanlah agar kamu meninggalkan anak-anak yeng terdidik dengan baik dan bukannya kaya(harta), karena mereka yang terdidik memiliki harapan yang lebih baik daripada kekayaan si bodoh (Ignorant)"
o Prinsip hidup selaras dengan alam berarti juga hidup menggunakan naral dan rasio kita. Orangtua bisa membantu anak membangun kebiasaan ini.
o Anak bisa diajarkan dikotomi kendali dalam menghadapi peritiwa hidup, dengan teladan dari orangtua.
o “Fixed” vs “ Growth”mindset. “Fixed” Mindset menganggap kecerdasan dan bakat adalah sesuatu yang statis, nasib. “Growth” mindset percaya kita semua bisa berkembang menjadi lebih baik lagi.
o 'Dikotomi kendali’ bagi orangtua. Apakah orangtua bisa menerima banyak hal dalam hidup anak mereka yang tidak ada dibawah kendali orangtua?
o Dalam filosofi teras, laki-laki dan perempuan memiliki anugrah nalar/rasio yang sama dan sejajar. Dan karenanya pendidikan laki-laki dan perempuan harus sama.
o Anak juga harus dilatih kemampuan hidup sosialnya, karena manusia adalah makhluk sosial.
o Melatih anak menghadapi perilaku buruk secara sehat dan rasional, termasuk dengan teladan orang tua. Bisakah menyayangi dan merawat anat tanpa ‘pamrih’ mengharapkan dan menagih balasan? Karena merawat anak denga baik adalah hal yang selaras dengan alam yang harsu dilakukan.
o Bagaimana menghadapi duka kehilangan anak? Filosofi teras mengajarkan berduka yang terkendali nalar.
Kata Kunci : Anak, Kendali, Nalar
Sumber resensi : Buku "Filosofi Teras" karya Henry Manampiring
0 Comments