Light in The Forest

by - Januari 03, 2025

Kisah ini sudah aku ceritakan ke beberapa orang yang aku jumpai. Jadi mungkin kau akan sedikit familiar dengan cerita yang akan aku baawakan. Tapi percayalah, kau akan mendapatkan cerita yang ini berbeda dari apapun yang pernah kau dengar. 


    "Aku menginginkanmu, kau begitu cantik" ucap pemuda yang terpesona dengan kunang-kunang yang berterbangan. Mereka saling berkomunikasi melalui cahaya yang terpancar dari tubuhnya, menghiasi hutan gelap, yang bahkan pemuda itu pun terlupa dimana ia sekarang. Kakinya tak menuntunnya sejauh ini untuk mengejar kunang-kunang. Matanya yang terus mengejar cahaya itu kemana pun ia pergi. Bahkan semak belukar dan genangan lumpur luput dari pandangannya. 


    "Hei jangan terbang terlalu cepat, disini terlalu redup untuk aku dapat melihat setapak."


    "Kalau tidak dengan cahayamu itu, dengan siapa lagi aku akan menelusuri jejakmu yang terus aku ikuti."


    "Tidakkah aku hanya akan dibuat kehilangan jalan setelah mengikuti arahmu yang akupun tak tahu kemana."


    Kunang-kunang demikian terus membawa pemuda tersebut masuk hingga kejantung hutan. Di kanan dan kiri pemuda itu rimbun dengan batang pohon besar yang dirambati tumbuhan yang membuat arah kedepan pemuda tersebut semakin menyempit. Tangannya sedemikian rupa mencoba terus menggapai kunang-kunang yang mungkin tak pernah dapat ia dapatkan. 


    Seketika kunang-kunang itu hinggap disalah satu dahan, ia berjalan menelusuri setiap jengkal daun. Merambatinya dengan cahaya kuningnya yang menyorotkan pantulan dari daun yang di lewati. Ia mulai terus berjalan dan dengan sigap sang pemuda mendekat.


    Sang pemuda tersebut mengulurkan tangannya mendekati daun yang tadi dihinggapi kunang-kunang. Perlahan kunang-kunang berpindah ke pangkuan tangan pemuda itu dan dengan riang gembira, pemuda itu menyambutnya.


"Tidakkah kau bisa melihat dirimu yang bercahaya itu begitu indah."


    Pemuda itu memandangi tanpa seinci pun ia lewati setiap bagian di kunang-kunang tersebut yang terus menyala. Digenggamnya dengan erat dalam ruang kepalan tangan, matanya mengintip kedalam kilauan cahaya yang semakinnya dibuat terang. Semakin terpukau dan sangat mengagumi sang kunang-kunang. 


    Kini kunang-kunang memiliki genggaman seorang pemuda yang begitu terpikat terus mengejarnya. Seakan tak ada cahaya lain yang akan dikejarnya tanpa kecuali cahaya dari dalam dirinya. Warna terangnya terus memancar menimbulkan kehangatan dalam hati pemuda. Tak ingin sedetikpun ia melepaskan genggamannya.


"Kau, keindahan tiada tara dalam dunia tergelap yang hadir dalam pencarian arah yang tak menentu ini." 


Namun...


Kau yang begitu menginginkannya, ternyata tak sebegitu dia menginginkanmu mendekapnya. 


Cahaya itu peerlahan meredup. Menghilangkan pandangan, menampakan kegelapan berselimut bimbang. 


"Kemana perginya kunang-kunang itu? apak ia mulai meredup?"


  "Bisakah kau bertahan sedikit lagi sampai aku menemukan jalan berpencahayaan, agar aku dapat keluar dari kutukan gelap ini."


    Tidak lagi. Cahayanya hilang dan kini pemuda itu kembali dalam kenihilan. Arahnya kembali pincang dengan pandangan yang tak terarahkan. Teriaknya hanya semakin meredam keheningan yang begitu tenang di dalam sana. berlaripun entah akan kearah mana nantinya, ia terus menggonggong tak karuan. Pikirannya semakin kacau balau. Pemuda tersebut turut hilang dalam harapan.


"Kau kah disana? itukan cahayamu yang datang kembali?" 


"Tunggu aku, jangan pergi terlalu cepat. Aku tak ingin lagi kehilanganmu."


Dan pemuda tersebut kembali mengejar cahaya tersebut. Dan kisah ini baru akan kita mulai dengan perlahan.


...

...

...


"Tidak semua cahaya itu menerangi, tapi semua yang menerangi pasti Cahaya"


Light in the Forest, Karya : Ababil Bintang



You May Also Like

0 Comments

featured posts