Dengan atau Tanpanya
Akan aku mulai dari mana untuk dapat menjawab pertanyaan diatas. Seperti sebuah pertanyaan yang mudah saja mungkin untuk sekedar menjawabnya diluar mulut. Namun jika dipikirkan kembali dengan lebih tenang dan mendalam, itu pertanyaan yang sangat membingungkan untuk dijabarkan. Karena pada dasarnya diriku ya aku, ketika dengan orang lain ataupun tidak. Itu tetaplah diriku dengan sejatinya dengan ataupun tanpa orang lain, bukan.
Jadi apa maksud dari pertanyaan tidak jelas diatas. apakah memang pertanyaan diatas itu bahkan tidak mendasar. atau hanya pertanyaan iseng yang coba dikeluarkan se enak mulut mengucap. Karena jika memang demikian aku tidak perlu njlimet mencoba berputar-putar dan menggeledeah isi pikiranku untuk mengisinya. Apapun yang coba aku cari didalam sana jika itu sesuatu yang tak mendasar, aku juga pasti akan sangat enggan untuk serius mencari jawabnya. Atau aku biarkan saja pertanyaan itu menguap dimakan atap-atap tak berbatas itu. Ia akan segera melebur pergi tak membekas lambat laut tanpa aku sadari, ya jika aku benar-benar akan mengacuhkannya. Itu pasti akan berlalu saja.
Tapi sepertinya lain. Anggap-anggap yang coba ku biarkan itu tak lajunya lenyap. Jangan menunggu hingga ia tak membekas karena menguap begitu saja, bahkan bentukannya saja masih utuh bulat. Ya, pertanyaan itu masih lengkap terpampang. Terdengar jelas didalam langit-langit kepalaku. Ketika aku kejar untuk meneruskan pada lengkap pertanyaannya, ia malah berlari yang membuatku tak perlu mengejar. Bisakah kau ikut membayangkannya seperti apa, mungkin seperti LED Board iklan tulisan yang pada koter pulsa yang malah menjual banyak paket data internet, sepanjang itu cukup dalam satu kotak. Lengkap dan sangat jelas aku melihat pertanyaan itu.
Kau masih mengingatnya bukan, atau perlu aku tuliskan kembali dibawah ini, baiklah.
"Hal apa saja yang membedakan aku, iya diriku sendiri ketika aku bersama orang lain -siapapun itu, berdua atau berkelompok- dan ketika aku dengan diriku sendiri."
Sekarang aku tambahkan tanda seru didalam kalimatnya agar kau yang membaca ini bisa mengingatnya. Dan bisakah aku coba menjawab pertanyaan diatas dengan serius, entahlah. Mungkin aku ingin coba menegrti juga sepertimu tentang apa maksud dari pertanyaan diatas, yang dua kali aku ulang untuk mengingatkan kembali. Tapi ini serius, siapa orang yang akan benar-benar menjawab pertanyaan itu nantinya. karena sedari tadi aku hanya coba berputar-putar untuk menghindari menjawab pertanyaan mudah itu. Kini aku malah mencoba menyalahkanmu yang bahkan baru membca tulisan ini. Lagipula siapa pula dirimu yang menjawab pertanyaan yang sebenarnya ditujukan untuk diriku sendiri ini.
Aku minta maaf malah jadi membawamu dalam kebingungan pertanyaanku sendiri, yang inipun tidak ada urusannya dengan dirimu. Tapi terimakasih sudah coba mempir untuk membaca tulisan ini. Karena mungkin ketika aku sudah selesai menuliskan ini hingga akhir, aku masih juga belum menemukan jawaban dari pertanyaan mudah itu. Tenang saja, kau tidak usah khawatir akan pertanyaan tadi, lewatkan saja. Karna sekarang ini urusanku, mungkin memang dari awal ini punyaku. Bukan tentang orang lain ataupun dirimu yang mencoba sekedar singgah membaca.
Jangan segan untuk sekedar membalikan kepala, mungkin aku akan menyusulmu. Berlalu dengan pertanyaan itu yang turut mengejarku.

0 Comments