Bagian Keempat 'Hasil Akhir'
"Seperti sepeda, Tetaplah mengayuh dan menyeimbangkan untuk terus berjalan."
Tujuan adalah hasil apa yang akan diharapkan bagi individu ataupun kelompok yang di rencanakan dan diharapkan dikedepanya. Tujuan menjadi tolak ukur dalam menentukan tindakan-tindakan apa yang diperlukan dan langkah yang tepat. Dengan mengetahui tujuan akan menunjukan bahwasanya kita utuh sebagai manusia yang memiliki arti. Namun langkah dan tindakan yang kita ambil dalam setiap putaranya yang akan menentukan akan tujuan seperti apa yang nantinya akan kita dapatkan. Entah itu memang tujuan yang diharapkan ataukah tujuan yang memang seharusnya.
Tujuan yang diharapkan lebih kepada hasil apa yang sesuai apa yang ada dipikiran dan kita inginkan. Dengan menaruhnya di garis finis sana akan membuat kita terpacu untuk terus maju meraihnya. Karena dengan meraih tujuan tersebut membuat kita menemukan alasan kita untuk tetap mau melangkah. Kita bisa berjalan kedepan karena ada tujuan di ujungnya.
Dengan tidak menaruh tujuan di ujung pemberhentian kita sama saja dengan berjalan di atas air. Itu tidak akan mungkin terjadi dan bahkan sangat mustahil. Mustahilnya adalah akan sulit untuk dapat terdorong maju dan bergerak. Hal itu membutakan langkah yang dipijaki dan akan menggelincirkannya kej urang ketidak tahuan. Dengan begitu semua jejak yang telah terbentuk hanya akan hilang diterjang hujan bahkan badai.
Tindakan selanjutnya yakni menyakini bahwa setiap langkah yang diambil adalah benar. Benar dalam artian mengikuti arahnya dan tidak keluar jalur. Tidak malah menjadi bercabang menjadikannya memunculkan pilihan lainnya.
Tetapi, Dalam mencapai setiap tujuan yang memang kita harapkan pasti bisa saja tidak sesuai. Tidak sesuai dalam artian ada saja hambatan di tengah jalan atau bahkan ketakutan dalam mengambil langkah awal untuk menuju tujuan tersebut.
Mengambil langkah awal sangat menentukan akan berjalan atau tidaknya kendaraan yag kita bawa untuk mencapai tujuan. Penentuan itu yang terkadang memunculkan banyak ketakutan pada dasarnya hanya mengendap terus menerus didalam pikiran kita. Namun ketakutan tersebut terasa nyata ketika kita akan melangkahkan kaki pertama.
Ketakutan yang nyata biasanya timbul karena pemikiran-pemikiran berlebihan yang terstruktur. Seakan disetiap langkahnya akan selalu mengalami hambatan. Akan selalu ada saja pilihan-pilihan yang sulit dipilih. Bahkan keraguan yang mendalam apakah jalan yang diambilnya sudah benar atau tidak.
Baiklah, selalu ada resiko dalam setiap keputusan. Akan selalu ada akibat dari semua tindakan yang telah diambil. Tidak memandang apakah itu benar atau tidak, tepat atau kurang tepat. Bahkan akan ada lebih banyak hasil yang mungkin tidak sesuai dengan harapan.
Namun yang perlu diperhatikan dan menjadi fokus utama adalah tetap mengarah pada tujuan. Entah jalan apapun yang diambil jika kita selalu berpegang teguh pada tujuan maka kita akan selalu menemukan jalan kita sendiri untuk menemukannya. Menjadi banyak cabang ketika kita memilih suatu pilihan. Lebih beragam lagi apabila pilihan yang kita ambil kemudian kita alihkan kepada pilihan lainnya.
Setiap pilihan yang kita ambil akan memiliki jalan yang beda-beda. Bahkan setelah kita mencoba berpikir berputar balik untuk memilih jalan sebelumnya. Itu akan selalu berbeda hasilnya.
Akan lebih baik tetap pada pilihan-pilihan yang telah kita ambil dan menjalaninya dengan sebaik mungkin. Tetap berfokus pada hal-hal yang bisa kita kontrol keberadaanya disekitar kita. Hal-hal yang dapat menghambat dan menyusahkan kita di tengah jalan akan selalu ada. Itu akan terus mengikuti jalan kita. Tetap fokus pada tujuan dan jalani dengan sepenuh hati.
Kata Kunci : Hambatan, Hasil, Tujuan
"Sebuah rekapan masa dibalik rasa"
0 Comments