Bagian Ketiga 'Kewajiban'

by - Januari 05, 2022

"Dengan terus mencoba dan membiasakan diri, yakinlah apapun bisa dilewati dengan mudah"




Bukan hal yang menyenangkan tetapi dengan terus melakukannya tanpa pikir panjang. Akan membuat otak berhenti terus berpikir-pikir dan menyegerakan otot-otot kecil ini untuk terus merangkak maju kedepan menghadapi apa yang memang seharusnya dihadapi. Tentang tujuan umum yang menentukan, bukan tujuan yang dikhususkan untuk terus memikirkn hal-hal tak berguna.


Bukan hal yang menyenangkan pula dengan pergi jauh hingga tak dapat dijangkau dengan sekadar berjalan beriringan. Membiasakan hati kecil ini untuk merasakan perih yang tak pernah sekalipun dirasakannya. Membuatnya menjadi besar dalam sekejap mata dan menciutkannya kembali secepat gelembung diudara. Tentang bagaimana seharusnya terjadi, bukan tentang apa yang maunya terjadi.


Layaknya sebuah perjalanan setiap nahkoda dalam menghadapi setiap gelombang laut yang naik turun. Hari-hari yang dilalui harus tetap berjalan selayakya tanpa memandang entah ini sedang berada diujung gelombang ataukah di dasar lautan. Setiap yang menjalani harus tetap bertahan untuk dapat menuju apa yang menjadi tujuan awal ia mau berjalan kedepan. 


 Terdapat dua hal kali ini yang akan mejadi topik pembahasan. Yang pertama tentang bagaimana kita memandang sebuah kewajiban sebagai apa yang memang seharusnya kita lakukan tetapi tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. dan yang kedua tentang bagaimana kita dapat benar-benar memandang apakah kebutuhan kita yang memang benar-benar kita butuhkan. Apakah itu hanya kebutuhan sesaat saja, ataukah kebutuhan yang kita butuhkan untuk dapat menunjang ataupun membantu kita dama menghadapai hal pertama diatas.


Tentang Kewajiban yang seharusnya kita lakukan. Ini lebih kepada sebagai tugas-tugas yang nantinya akan maupun telah kita selesaikan. Dengan menyelesaikan hal-hal tersebut akan melanjutkan kita pada tahapan selanjutnya dalam menunaikan kewajiban kita. Entah bagiamanapun itu usaha kita untuk merampungkannya, akan tetap memiliki hasil sesuai dengan apa yang kita usahakan. Tanpa ada perubahan-perubahan lain diluar tindakan-tindakan yang telah kita lakukan dalam menyelesaikan kewajiban tersebut.


Kewajiban lebih menjadi tolak ukur dalam menilai sesuatu layak atau tidaknya menjadi sesuatu yang dapat menjadikannya besar. Seakan dengan melakukan tindakan tersebut dengan mendapatkan nilai sempurna akan menjadikan tugas tersebut yang menyebabkan kia menjadi manusia yang diakui. Menjadikannya sebuah pencapaian yang begitu diunggulkan serta didamba-dambakan. 


Tolak ukur dengan menyelesaikan kewajiaban menjadi dasar-dasar pemikiran beberapa individu dalam menilai. Bisa dikatakan bahwasanya manusia yang lalai terhadap kewajiabnnya  adalah individu yang benar-benar gagal dalam menjadi hal yang dapat dinilai. 


Bagi individu yang tidak dapat menyelesaikan kewajiabannya akan diklasifikasikan menjadi individu yang tidak bertanggung jawab. Tidak sepenuhnya dapat dikatakan menjadi manusia yang berhasil karen hal tersebut. Menjadikan beberapa hal seakan harus dikerjakan secara sempurna. Tidak terdapat sedikitpun kesalahan ataupun noda bintik sekalipun.


Kewajiban adalah apa yang harus kita lakukan dan memang pada hakikatnya telah menjadi jalan kita untuk dilalui. Tanpa melewatinya, kita tidak akan mampu melanjutkan perjalanan. Kewajiban lebih kepada tanggungjawab individu kepada individu tersebut. Tidak dapat dilibatkan kepada pihak lain yang membuatnya mutlak berada sepenuhnya berada ditangan kita.


"Itulah kewajiban, melewatinya atau tidak sama sekali"


Akan sangat berat menghadapi kewajiban. Ia bersifat mutlak melekat pada setiap individu tanpa dapat dilekatkan kepada individu lainnya untuk dilalui. Jikalaupun dapat dilalui bersama, itu hanya akan menjadikan hasil tersebut tidak seutuhnya menggambarkan seorang individu. Lalui atau tidak sama sekali.


"Kehadiran insani lain membuat individu yang bersifat tunggal menjadi hal yang membutuhkan"


Kata Kunci : Harus, Kewajiban, Tolak Ukur

"Sebuah rekapan masa dibalik rasa"


You May Also Like

0 Comments

featured posts