BAB I SURVEI KHAWATIR NASIONAL

by - Januari 01, 2022


"63 % mengaku 'lumayan khawatir/ sangat khawatir' tentang hidup secara umum."


  1. 53% mengaku khawatir dengan pendidikan mereka. Beberapa penyebabnya adalah tugas yang tidak lancar, hilangnya motivasi belajar, dan nilai yang jelek.
  2. 30% orang khawatir tentang hubungan mereka. Mereka khawatir tentang, akan dibawa kemana hubungan mereka, relationship sudah terasa hambar, pasangan seligkuh, dekat dengan pilihan keempat " hubungan tidak direstui orangtua". Namun dalam hal ini Jomblo tidak membuat mereka khawatir akan kehidupan yang ereka jalani.
    • Tiga kekhawatiran jomblo: khawatir tidak mendapatkan pasangan, khawatir dengan umur, khawatir tidak menaik.
    • dan mereka yang tidak khawatir akan jomblo mereka: Memang sedang senang sendiri, jodoh ditangan tuhan, sedang terlalu sibuk dengan kehidupannya.
  3. 33% khawatir dengan pekerjaan mereka: Stuck dikarier mereka, gaji tidak cukup, khawatir performa dikantor tidak memuaskan.
  4. 53% orangtua mengaku khawatir tentang kondisi keuangan mereka.
    • Biaya sekolah aak
    • Anak Sakit/ kecelakaan 
    • Biaya kesehatan anak

Dampak dari rasa kekhawatiran :

 Menghabiskan energi pikiran. Rasa khawatir berlebih adalah aktifitas yang membutuhkan banyak energi. Artinya setiap kalori yang digunakan untuk khawatir bisa digunakan untuk hal positif lainnya.

Menghabiskan waktu dan juga uang. Tanpa sadar dengan khawatir tentang keuangan, studi, orang tua, itu akan membuang waktu yang sebenarnyabisa digunakan untuk hal lain. Bahkan rasa khawatir dapat menghabiskan uang dengan sekedar makanan sebagai pelipur lara.

Mengganggu kesehatan tubuh. Pikiran dan tubuh adalah suatu yang memiliki hubungan dua arah dan saling berpengaruh. jadi apabila pikiran kita banyak diis dengan hal-hal negatif maka itu akan berdampak pada tubuh kita secara tidak langsung.



Kata Kunci: Khawatir, Negatif, Survei.
Sumber resensi : Buku " Filosofi Teras" karya Henry Manampiring

You May Also Like

0 Comments

featured posts