KATA PENGANTAR
"if you live according to whatother think, you will never be rich- Seneca"
Dalam sebuah film berjudul Gladiator terdapat seorang kaisar kuno bernama Marcus Aurelius, ia adalah seorang filsuf pengusung filsafat stoa. Setelah mendapatkan kemenangannya, bukannya bersenang-senang akan hal itu, tapi ia malah merenung. Apakahah tindakannya itu tepat? apakah peperangan dengan banyak korban memang perlu dilakukan?. Dalam permenungannya itu, ia banyak menuliskan pikiran-pikirannya hingga ada sampai sekarang ini.
Apakah Filsafat Stoa masih relevan dengan jaman sekarang ini?
Pertama, Filsata Stoa bukanlah sesuatu yang ruwet dan tidak relevan dengan jaman sekarang. Dia adaah sebuah Way of life atau jalan hidup. Itu membantu kita menjalani hidup dan tugas dalam sehari-hari, bagaimana kita menghadapi masalah kehidupan.
Kedua, Karena ia adalah sebagai jalan hidup. Maka ia relevan di zaman apapun untuk berkaca dan terinspiratif darinya. Seperti kisah tentara yang terjatuh di vietnam pada saat perang dan ditangkap sebagai tawanan hingga tujuh tahun. Ia terus menjalani hidup dengan penuh siksaan dan tekanan saat dipenjara. Namun dengan terus menerapkan Filsafat stoa ia bisa terus bertahan meskipun mendapatkan tekanan psikologis dan fisik.
Ketiga, Adanya terapi kognitif di Amerika tahun 1970-an yang terinspirasi dari ajaran Buddha dan Epiktetos ( Seorang filsuf Stoa yang menggambarkan filsuf mirip dengan seorang tentara). Dalam terapi tersebut tentang bagaimana emosi negatif sebenanya berasal dari cara penilaian kita yang salah. Cara pandang kita akan suatu masalah yang menyebabkan rasa stres, gelisah, depresi, dan marah-marah tanpa alasan jelas.
Bahagia Apatheia
Filosofi Stoa mengajarkan kebahagiaan yang tidak lazim. Dalam istilah lain disebut Apatheia, berasal dari bahasa Yunani, A=not dan pathos=suffering. Sehingga dapat diartikan sebagai situasi bebas dari emosi.
kebahagiaan bersifat negatif logis yaitu tidak adanya penderiataan, tak ada emosi dan rasa nafsu lainnya seperti marah, kecewa.
Latihan Mengatasi Emosi
"Never callypurself a philosophernor talk a great deal among the unlearned about theorems, but act conformably to them"
Bahagia adalah saat kita terbebas dari segala perasaan yang mengganggu. Melalui latihan-latihan yang konkret, Filsafat Stoa hendaknua menolong kita bebas dari hasrat eksetif. Dan jelas tidak membuang hasrat dalam drinya.
Knci kebahagiaan bagi seorang Stoa ialah manakala kita bisa terhindarkan dari nafsu yang tidak jelas, kecanduan akan sesuatu, angkara murka, kehilangan kendali, dendam, kecemasan obsesif, serta rasa kesal yang berlebihan.
Selaras dengan Alam
Terdapat distingsi pokok dalam Filsuf Stoa, " Apa yang tergantung padaku" (Jiwa dan Rasioku) dan " Apa yang tidak tergantung padaku" ( Tubuhku, Lahirku, dan Matiku). Menempatkan kebahagiaan pada ketenanga batin "Peace of Mind" dan tidak pada hal-hal eksternal. Kebahagaiaan didapatkan dengan kita selaras dengan alam.
Kata Kunci: Filsafat, Ketenangan, Seneca
Sumber resensi : Buku " Filosofi Teras" karya Henry Manampiring

0 Comments