BAB II SEBUAH FILOSOFI YANG REALISTIS

by - Januari 01, 2022

 " Seorang praktisi Stoa seharusnya merasakan keceriaan senantiasa dan sukacita yang terdalam karena ia mampu menemukan kebahagiaan sendiri, dan tidak menginginkan sukacita yang lebih daripada sukacita yang datangnya dari dalam (Inner Joys)" - Seneca

Stiosisme dimaksudkan untuk menghindarkabn kita dari hal-hal yang sifatnya eksternal atau berasal dari luar dirikita. adapun tujuan lainnya yakni :

1. Hidup bebas dari emosi negatif (sedih, marah, cemburu, curiga, bager dan lainnya). Mendapatkan hidup yang tentram (Tranquil) . Ketentraman ini hanya bisa diperoleh dengan fokus pada diri sendiri dengan hal-hal yang bisa dikendalikan.

2. Hidup mengasah kebajikan (Vietues). Wisdom  atau kemampuan untuk mengambil keputusan terbaik dalam keadaan apapun. Justice  atau memperlakukan orang lain dengan adil dan jujur. Courage atau keberanian untuk berbuat sesuatu yang benar, dengan berprinsip pada pegangan yang benar pula. Serta Temperance atau menahan diri dengan disiplin, kesederhanaan, kepantasan, kontrol diri nafsu ataupun emosi.


Dalam Artikel "Why Stoicism Matters Today" , Kare Anderson menyebutkan akasannya akan hal tersebut:

1. Stoisisme ditulis untuk menghadapi masa sulit. ia dilahirkan dimasa penuh pepperangan dan krisis yunani. Filsafat ini tidak menjanjikan materi apapun, tetapi kedamaian dan ketenangan yang kokoh dalam hidup sekarang. Damai dan tentram ini berasal dari dalam diri kita, bukan berasal dari hal-hal diluar kita yang bisa mudah beurbah dan hancur.

2. Stoisisme dibuat untuk globalisasi. Ditengah dunia yang rasanya semakin beragam dan beraneka ini, sebuah filosofi terasmengajarkan bahwa" kita semua adalah saudara dalam kemanusiaan" sungguh sangat dibutuhkan. 

3. Stoisisme memiliki filsafat kepemimpinan yang mengajarkan kita untuk mengendalikan diri kita sendiri sebelum mencoba mengendalikan kehidupan dan orang-orang diluar kita. Stoisisme membekali diri untuk tegar didalam kegagalan dan rendah hati saat sukses. 


Intisari bab 2:

  1. Filosofi teras atau Stoisisme adalah aliran filsafat Yunani-Romawi Kuno yang telah berusia lebih dari 2000 tahun, tetapi masih relevan untuk kondisi manusia saat ini.
  2. Sebagai sebuah filsafat. Stoisisme bisa melengkapi cara kita menjalani hidup. Stoisisme bukanlah Agama Kepercayaan.
  3. Stoisisme mengandung banyak ajaran dan nilai-niai universal yang mungkin kita dengan dari filosofi lain,  nilai budaya lain, atau agama.
  4. Tujuan utama dari Filosofi Teras ialah hidup dengan Emosi Negatif yang terkendali, dan hidup dengan kebajikan (Virtue/arete) -- atau bagaimana kita hidup sebaik-baiknya seperti seharusnya kita menjadi manusia.


Kata Kunci: Emosi, Relevan, Zaman
Sumber resensi : Buku " Filosofi Teras" karya Henry Manampiring 

You May Also Like

0 Comments

featured posts