BAB IV DIKOTOMI KENDALI
"Some things are up to us, some things are not up to us"-Epictetus
Prinsip dikotomi kendali memiliki dua definisi menurut Stoisisme :
1. Yang TIDAK dibawah kendali kita, Seperti : Tindakan orang lain (tentunya jika ia tidak berada dibawah ancamankita), Opini orang lain, Reputasi/populatitas kita, Kesehatan kita, Kekayaan kita, Kondisi saat kita lahir (Jenis kelamin, Orangtua, Saudara-saudara, Etnis/suku, kebangsaan, Warna kulit, dan lainnya), Segla sesuatu yang berada diluar pikirandan tindakan kita (Cuaca, Gempa bumi, Peristiwa alam lainnya), banyak hal lainnya yang dulu tidak ada tpi dizaman sekarang ada ( Harga saham, indeks pasar modal, razi sepeda motor, nilai tukar rupiah)
2. Di Bawah kendali kita : Pertimbangan (Judgment) ,Opini atau persepsi kita, Keinginan kita, tujuan kita, Segala sesuatu yang merupakan pikiran dan tindakan kita sendiri.
"Sesuatu yang berada dibawah kendali kita bersifat merdeka,tidak terikat, tidak terhambat"- Epictetus
Pentingnya memahami bahwa "KENDALI" bukan hanya soal kemampuan kita "Memperoleh" Tetapi juga tentang "Mempertahankan"
Kekayaan, ketenaran, sahabat, kesehatan tidak dapat kita kedalikan keberadaannya. Bisa tiba-tiba itu semua diambil dari kita tanpa kita mau, karena itu semua berasal dari faktor eksternal.
Pasrah pada Keadaan?
Dalam kondisi dimana kita pikir kita tidak memiliki kendali atasnya, selalu ada bagian dalam diri kita yang tetap merdeka, yaitu pikiran dan persepi. Tidak ada kemerdekaan yang benar-benar hilang, bahkan di situasi di mana seolah kebebasan kita sudah direnggut sama sekali, atau situasi yang tampak sudah sangat gelap sekalipun.
"Have courage and be kind (hiduplah dengan berani an rmah kepada orang lain)"
Trikotomi Kendali
William Irvine dalam bukunya a Guide to Good Life : The Ancient Art of Stoic Joy menawarkan trikotomi kendali yang terdiri atas:
- Hal-hal yang bisa kita kendalikan, seperti pini, Persepsi, dan Pertimbangan kita sendiri.
- Hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan, seperti Cuaca, Opini dan tindakan orang lain.
- hal-hal yang SEBAGIAN bisa Kita kendalikan, seperti Sekolah, Pekerjaan, Perlombaan, Hubungan dengan Pasangan.
Dalam situasi internal goal dan outcome ada dua manfaat:
1. Kita bisa fokuskan energi dan kebahagiaan pada hal yang berada di bawah kendali kita.
2. Fokus kita pada internal goal yang mungkin bisa kita lakukan, bukan di outcome.
3. Kerendahan hati. Mengakui bahwa outcome tidk berada dibawah kendali kita sepenuhnya.
"Jika kamu hidup selaras dengan Alam, kamu tidak akan menjadi miskin"
Intisari bab 4:
1. Dalam hidup, ada hal-halyang dibawah kendali kita dan ada yang tidak. Orang bijak adalah yang bisa mengenalikedua kategori ini dalam segala hal didalam hidupnya.
2. Hal-hal yang tidak dibawah kendali kita; kekayaan, reputasi, kesehatan dan opini orang lain. hal-halyag dibawah kendali kita: pikiran,opini persepsi, dan tidakan kita sendiri.
3. Walaupun kekayaan, kesehatan, kecantikan ketenaran bisa diusahakan, tetapi tidak bisa dijamin tidak bisa diambil dari hidup kita-karenanya mereka termasuk didalam hal-hal diluar kendali.
4. Baik tidaknya hidup kita hanya bisa dinilai dari hal-hal dibawah kendali kita.
5. Mengerti dikotomi kendali tidak sama dengan pasrah pada nasib.
6.Trikotomi kendali dari William Irvine memperkenalkan kategori ketiga "SEBAGIAN dibawah kendali kita" , misalnya studi, karier, dan bisnis. Tugas kita adalah memfokuskan pada interlan goal yang masih dibawah kenadli kita dan selalu siap menerima hasil/outcome yang diluar kendali kita.
7. Waspada tirani opini orang lain akan hidup kita.
8. segala hal diluar kedali kita adalah Indifferent , tidak berpengaruh terhadap baik tidakknya hidup kita. Sebagian dari Indiffferent ini lebih diinginkan (Preferred) sebagain lain tidak diinginkan (upreferred).
9. Belajar tidak mengingini hal-hal diluar kendal kita.
"Hal yang tidak dibawah kendali kita : kekayaan, reputasi, kesehatan, dan opini orang lain. Hal-halyang ada dibawah kendali kita: pikiran, opini, persepsi, dan tindakan kita sendiri"
Kata Kunci: Keinginan, Sebagian, Trikotomi.
Sumber resensi : Buku " Filosofi Teras" karya Henry Manampiring
0 Comments