BAB VI MEMPERKUAT MENTAL

by - Januari 01, 2022

We suffer more in imagination thatin reality”- Seneca


Kenali bahwa seringkalikitamenyiksa diri kita sendiridenganpikiran-pikiran kita sendiri, dan ini akan jadi lebih menyiksa dari apa yang sebenarnya akan terjadi.

“Kita memiliki kebiasaan membesar-besarkan kesedihan. Kita tercabik diantara hal-hal masa kini dan hal-hal yang akan baru terjadi.pikiran apakah sudah ada bukti yang pasti mengenai kesusahan masa depan. Karena seringkali kita leih disusahkan kekhawatiran kita sendiri.” Seneca


Premeitiatio Molrum : Sebuah ‘Imunisasi’ Mental

Dalam menghadapi kesulitan hdup, ada seuah trik untuk menghadapinya. Dengan “Memikirkan hal-hal yang jahat/negative yang mungkin terjadi.”-Seneca

“Awali setiap hari dengan berkata padadiri sendri: hari ini saya akan menemui gangguan,orang-orang yang tidak tahu berterimakasih, hinaan, ketidaksetiaan, niat buruk, dan keegoisan – Semua itu karena pelakunya tidak mengerti (Ignoranyt) apa yang baik dan buruk.”


“Musibah terjadi lebih berat jika datang tanpa disangka dan selalu terasa.“


Premediatio molarum bisa diteruskan sampai ke musibah-musibah “Besa”, Misalnya membayangkan kita tertimpa musibah bencana alam, kecelakaan sampai cedera besar, bahkan sampai cacat, dilanda peperangan, dan lainnya. Prinsipnya sama dengan diatas, kita melatih diri membayangkan jika kita berada disituasi tersebut sehingga bisa mengatisipasinya dan tidak bisa benar-benar “kaget” jika akhirnyamemang terjadi.


“Musibah paling terasa berat bagi mereka yang mengharapkan hanya keberuntungan “ –Seneca


“Ketika saya melihat seseorang yang gelisah, aya bertanya-tanya, apa sih yang ia inginkan? Jika seorang tidak menginginkan sesuatu yang diluar kendalinya, mengap merekaharus merasa gelisah?”- Epictetus


Jangan Ribet

Jika kita marah-marah atau sedih untuk semua hal yang tidak enak dan tidak nyaman, itu sama konyolnya dengan seseorang yang mengunjungi bengekel tukang kayudan heran kenapa banyaksampah kayu disitu. Life stucks. Kata orang bule. JIka memang giliran kita untuk tertimpa masalah tidak enak yang sepele, ya terima saja.Gak penting juga untuk diperdebatkan eksistensinya.


“Sering kali, masalah sepele tidak perlu dicari solusinya, cukup dihindari, seperti sekadar membuang ketimun pahit atau mengambil jalan memutar. Gitu aja kokrepot?”


“Satu hal penting untuk diingat; tingkat perhatian kita harus sebanding dengan objek perhatian kita.Sebaiknya kamu tidak memberikan kepada hal-hal remeh, waktu lebih banyak dari selayaknya”


Sebuah Eksperimen yang (Separuh) Berhasil?

Fix the source of the problem. Perbaikilah langsung di sumber masalahnya- dalam hal ini, pikiran kita sendiri”


 If you Cant be with the One You Love…

“Its not the man who has too little, but the man who craves more, that is poor”-Seneca


Amor Fati

Dimata Stoisime, pikiran-pikiran menginginkan alternative dari stuasi hidup kita sekarang ini adalah tirani. Setiap detik kita menginginkan sedang berada disituasi dan tempat lain, dan segala Wishful thinking lainnya,maka kita telah dirampok dari kesempatan untuk menikmati dan mensyukuri masa kini, detik ini.


“Jangan menuntut sesuatu peristiwa terjadi sesuai keinginanmu, tetapi justru inginkan agar hidup terjadi seperti apa adanya, dan jalanmu akan baik adanya”-Epictetus

“Formula untuk keagungan (Greatness) manusia adalah “Amor Fati”, Yaitu tidak ingin apapun menjadi berbeda, tidak kedepan, tidak kebelakang, tidak disepanjang keabadian. Tidak hanya sekadar menanggung yang memang harus dijalani, tetapi mencintainya”- Friedrich Nietzsche.

“Tidak ada yang perlu disesali. Semua terjadi mengikuti keteraturan dan hokum alam (Nature). Bisakah kita Tidak hanya menerima masa lalu, tapi bahkan mencintainya?”

 

Intisari Bab 6:

1.      Khawatir dan kecemasan kita lebih banyak yang akhirnya tidak terjadi
2.      Premeditatio Malorum  adalah teknik memperkuat mental dengan membayangkan semua kejadian burukyang mungkin terjadi dihidup kita hari ini dan ke depannya.
3.      Perbedaan Premeditatio Malorum  dengan kekhawatiran tidak beralasan adalah Premeditatio Malorum kita bisa mengenalinya peristiwa diluar kendali kita dan memilihbersikaprasional.
4.      Manfaat lainnya adalah membantu kita mengantisipasi peristiwa buruk jika terjadi, dan karenanya tidak terlalu terkejut jika benar-benar terjadi.
5.      Hubungan kita dengan rezeki adalah “Pengguna” atau “Peminjam”, Kita harus selalu siap ketika segala rezeki dan keberuntungankitadimintakembali oleh Dewi Fortuna.
6.      Ada banyak hal-hal negative dalam hidup ini yang sebenarnya remeh dan tidak perlu dibesar-besarkan
7.      Saat kita mendapat musibah besar atau kecil, Bayangkan bagaimana bagaimana kita akan bersikap jika ini menimpa orang lain.
8.      Amor fati : Cintailah nasib-apa yang telah terjadi dan sedang terjadi saat ini.
     


       Kata Kunci : Mental, Premeditatio Malorum, Remeh
       Sumber resensi : Buku " Filosofi Teras" karya Henry Manampiring


You May Also Like

0 Comments

featured posts