BAB VI MEMPERKUAT MENTAL
“We suffer more in imagination thatin reality”- Seneca
Kenali bahwa seringkalikitamenyiksa diri kita
sendiridenganpikiran-pikiran kita sendiri, dan ini akan jadi lebih menyiksa
dari apa yang sebenarnya akan terjadi.
“Kita memiliki kebiasaan membesar-besarkan kesedihan. Kita
tercabik diantara hal-hal masa kini dan hal-hal yang akan baru terjadi.pikiran
apakah sudah ada bukti yang pasti mengenai kesusahan masa depan. Karena
seringkali kita leih disusahkan kekhawatiran kita sendiri.” Seneca
Premeitiatio Molrum :
Sebuah ‘Imunisasi’ Mental
Dalam menghadapi kesulitan hdup, ada seuah trik untuk
menghadapinya. Dengan “Memikirkan hal-hal yang jahat/negative yang mungkin
terjadi.”-Seneca
“Awali setiap hari
dengan berkata padadiri sendri: hari ini saya akan menemui gangguan,orang-orang
yang tidak tahu berterimakasih, hinaan, ketidaksetiaan, niat buruk, dan
keegoisan – Semua itu karena pelakunya tidak mengerti (Ignoranyt) apa yang baik dan buruk.”
“Musibah terjadi lebih berat jika datang tanpa disangka dan
selalu terasa.“
Premediatio molarum bisa diteruskan sampai ke musibah-musibah
“Besa”, Misalnya membayangkan kita tertimpa musibah bencana alam, kecelakaan
sampai cedera besar, bahkan sampai cacat, dilanda peperangan, dan lainnya.
Prinsipnya sama dengan diatas, kita melatih diri membayangkan jika kita berada
disituasi tersebut sehingga bisa mengatisipasinya dan tidak bisa benar-benar
“kaget” jika akhirnyamemang terjadi.
“Musibah paling terasa berat bagi mereka yang mengharapkan
hanya keberuntungan “ –Seneca
“Ketika saya melihat seseorang yang gelisah, aya
bertanya-tanya, apa sih yang ia inginkan? Jika seorang tidak menginginkan
sesuatu yang diluar kendalinya, mengap merekaharus merasa gelisah?”- Epictetus
Jangan Ribet
Jika kita marah-marah atau sedih untuk semua hal yang tidak
enak dan tidak nyaman, itu sama konyolnya dengan seseorang yang mengunjungi
bengekel tukang kayudan heran kenapa banyaksampah kayu disitu. Life stucks. Kata orang bule. JIka
memang giliran kita untuk tertimpa masalah tidak enak yang sepele, ya terima
saja.Gak penting juga untuk diperdebatkan eksistensinya.
“Sering kali, masalah sepele tidak perlu dicari solusinya,
cukup dihindari, seperti sekadar membuang ketimun pahit atau mengambil jalan
memutar. Gitu aja kokrepot?”
“Satu hal penting untuk diingat; tingkat perhatian kita
harus sebanding dengan objek perhatian kita.Sebaiknya kamu tidak memberikan
kepada hal-hal remeh, waktu lebih banyak dari selayaknya”
Sebuah Eksperimen
yang (Separuh) Berhasil?
“Fix the source of the problem. Perbaikilah langsung di sumber
masalahnya- dalam hal ini, pikiran kita sendiri”
If you Cant be with the One You Love…
“Its not the man who has too little, but the man who craves
more, that is poor”-Seneca
Amor Fati
Dimata Stoisime, pikiran-pikiran menginginkan alternative
dari stuasi hidup kita sekarang ini adalah tirani. Setiap detik kita
menginginkan sedang berada disituasi dan tempat lain, dan segala Wishful thinking lainnya,maka kita telah
dirampok dari kesempatan untuk menikmati dan mensyukuri masa kini, detik ini.
“Jangan menuntut sesuatu peristiwa terjadi sesuai keinginanmu, tetapi justru inginkan agar hidup terjadi seperti apa adanya, dan jalanmu akan baik adanya”-Epictetus
“Formula untuk keagungan (Greatness) manusia adalah “Amor Fati”, Yaitu tidak ingin apapun
menjadi berbeda, tidak kedepan, tidak kebelakang, tidak disepanjang keabadian.
Tidak hanya sekadar menanggung yang memang harus dijalani, tetapi
mencintainya”- Friedrich Nietzsche.
“Tidak ada yang perlu
disesali. Semua terjadi mengikuti keteraturan dan hokum alam (Nature). Bisakah
kita Tidak hanya menerima masa lalu, tapi bahkan mencintainya?”
Intisari Bab 6:
2. Premeditatio Malorum adalah teknik memperkuat mental dengan membayangkan semua kejadian burukyang mungkin terjadi dihidup kita hari ini dan ke depannya.
3. Perbedaan Premeditatio Malorum dengan kekhawatiran tidak beralasan adalah Premeditatio Malorum kita bisa mengenalinya peristiwa diluar kendali kita dan memilihbersikaprasional.
4. Manfaat lainnya adalah membantu kita mengantisipasi peristiwa buruk jika terjadi, dan karenanya tidak terlalu terkejut jika benar-benar terjadi.
5. Hubungan kita dengan rezeki adalah “Pengguna” atau “Peminjam”, Kita harus selalu siap ketika segala rezeki dan keberuntungankitadimintakembali oleh Dewi Fortuna.
6. Ada banyak hal-hal negative dalam hidup ini yang sebenarnya remeh dan tidak perlu dibesar-besarkan
7. Saat kita mendapat musibah besar atau kecil, Bayangkan bagaimana bagaimana kita akan bersikap jika ini menimpa orang lain.
8. Amor fati : Cintailah nasib-apa yang telah terjadi dan sedang terjadi saat ini.

0 Comments