BAB VII HIDUP DIANTARA ORANG YANG MENYEBALKAN
“People hurt and Offend each other”
Manusia
adalah makhluk sosial. Para ilmuan dariberbagai disiplin ilmu sudah menyakini
itu. Kemampuan Bahasa yang dimiliki spesies kita diduga berevolusi dari
kebutuhan berkomunikasi sesame manusia, karena dengan komunikasi kita bisa
berkoordinasi untuk bersama-sama bertahan hidup.
Spesies
kita kemudian berhasil meninggalkan cara hidup berburu dan mengumpulkan
buah-buahan menjadi bercocok tanam [Revolusi Agricultur] yang akhirnya memicu
nenek moyang kita untuk tinggal dan menetap disebuah tempat, dan akhirnya
melahirkan sebuah desa, kota, sampai kerajaan.
Filosofi
teras mengajarkan kita untuk tidak memberikan kuasa kepada oranglain untuk
mengganggumu. Artinya, kuasa itu sudah ada ditangan kita. Perasaan terganggu
oleh oranglain sepenuhnya terserah kita, dan kitalah yang menentukan mau
memberi power itu ke orang lain atau tidak. Orang lain tidak bisa membuat kita
merasa terganggu jikakita tidak memberikannya izin.
“Kamu salah jika melakukn
kebaikan dengan mengharapkan dibalas, dan tidak melihat perbuatan baik itu
sebagai upahmu. Apa yang kamu harapkan dari membantu oranglain? Tidakkah cukup
bahwa kamu sudah melakukan yang dituntut alam (Nature)? Kamu ingin diupah juga? Itu bagaikan mata menuntut imbalan
karena sudah melihat, atau kaki meminta imbalan karena sudah berjalan. Memang
sudahitu rancangan mereka…. Begitu juga kita manusia diciptakan untuk saling
membantu manusia. Dan ketika kita membantu sesame, kita melakukan apa yang
sudha dirancang untuk kita. Kita melakukan fungsi kita.”- Marcus Aurelius
Butuh Dua pihak untuk merasa Terhina
“Ingat, Untuk
bisa benar0benar menyakitimu, tidak cukup dengan dihina saja. Kamu harus
percaya bahwa kamu sedang disakiti. Jika seorang sukses membuat kamu merasa
terprovokasi, sadarilah bahwa pikiranmu pun turut berperan dalam provokasi ini.
Itulah pentingnya kita tidak memberikan responsecara implusif. Berikan waktu
sebelum bereaksi, maka akan lebih mudah bagi kamu memegang kendali (atas dirimu
sendiri.)”- Epictetus
“Kamu tidak bisa dihina oleh
oranglain,keceuali kamu sendiri yang pertama-tama menghina dirimu sendiri”-
Epictetus
“The
bestrevenge is to be unlike him whoperfomed the injury”-Marcus Aurelius
‘Sebagai
obat untuk mengatasi Ketidakramahan, kita dianugrahi keramahan”-Marcus Aurelius
Mungkin tidak ada Motivasi Jahat
“Ketika ada yang menyakitiku, atau berkata
buruk tentangmu, ingatlah bahwa dia bertindak dan berbicara karena mengira itu
memang tugasnya.ingatlahbahwa tidak mungkin dia mengerti sudut pandang
kita,tetapi hanya sudut pandang dia sendiri. Karenanya, jika dia melakukan
kesalahan dalam menilai, sebenarnya dialah yang dirugikan, karena dia telah
tertipu (Deceived). Jika seorang
menganggap kebenaran sebagai sebuah kekeliruan, kebenaran itu sendiri tidak
rugi. Tetapi justru dia yang tertipu yang rugi. Dengan prinsip ini, kamu bisa
dengan rendah hati menanggung orang yang menghinakamu, dengan cukup berkata
(“Itukan menurut dia”)- Epictetus
Meyadari bahwa orang lain bertindak menurut
apa yang baik sesuai perspektifnya bisa membantu kita lebih tidak reaktif
terhadap ujaran dan tindakan oranglain.
Mengasihi mereka yang Jahat kepada Kita
Menyangkut orang “Jahat”, Epictetus berkata
“Mengapa kamu justru tidak mengaishaninya? Sama seperti kita merasa iba kepada
mereka yang buta atau pincang, maka kita juga harus merasa iba kepada mereka
yang (Nalarnya) “Buta dan PIncang”.
Kemarahan Kita lebih merusak daripada Perlakuan yang Kita Terima
“How much more Damage ANGER and GRIEF Dothan the things that cause them.” Marcus
Aurelius
Saat kita mulai merasakan kemarahan atau
sakit hati yang timbul karena perlakuan oranglain, Selalu ingat teknik S-T-A-R.
Rasa marah dan emosi negative lainnya pasti timbul karena sebuah interpretasi
yang kita buat sendiri.
Mungkin
kita yang salah?
Kita harus senantiasa berhati-hati dengan apa yang kita pikir kita lihat dan dengar, karena itu hanya dari sudut pandang kita. Jika kita menyadari betapa rentannya kita sendiri pada kesalahan dan kekeliruan, maka tahap "Think and Assess" menjadi sangat krusial dalam menentukan respon yang benar. Sebelum kita emosimerasa "Kebenaran" kita langgar, cek terebih dahuluapakah mungkin kitayang salah.
Waspada "Kurang Kerjaan"
Kurang kerjaan (unproductive idleness) hanyalah memelihara niat jahat, karena orang-orang kurang kerjaan tidak bsa menjadi makmur,maka mereka menginginkan orang lain nasibnya sama dengan mereka. Dari sini mereka menjadi benci pada kesuksesan orang lain, dan menyadari kegagalan mereka, mereka menjdi mrah pada nasib,mengeluh zaman ini, kemudian menjauhkan diri dan merenungi kesusahan hidup mereka sampai mereka muak akan diri mereka sendiri.
"People exist for one another. You can instructor endure them"-Aurelius
Instruct or Endure
Hidup bersama manusia lain menuntun lebih dari sekadar "menolerir" perilaku mereka. "Yang penting gua gak ganggu oranglain, oranglain gak ganggu gua" . Keberadaan kita harus bisa membantu satu sama lain, secara aktif. Bagi Marcus Aurelius, Marah pada orang lain adalah kelemahan, begitu juga dengan menghindari mereka. kita digambarkan sebagai prajurit yang deserisi, lari meninggalkan tugas, dan didalam dunia militer, pelrilaku desersi sangat terhina.
Kemarahan :"Gila sementara"
Bagi Seneca, Orang yang marah sedang mengalami " Gila Sementara" (Temporary madness). Keburukan dan kejahatan lain memengaruhi pertimbangan kita, tetapi kemarahan memengaruhi kewarasan kita: keburukan dan kejahatan menyerang kita dengan lunak dan tumbuh tak terlihat, tetapi kemarahan menjerumuskan pikiran manusia secara mendadak... kemarahan bisa begit memuncak hanya dari penyebab awal yang remah.
Jangan Sampi Kita Mengisolasi diri
Dahan yang dipotong dari dahan sebelahnya juga terputus dari pohon keseluruhannya. Begitu juga manusia yang terpisah dari manusia lainnyajuga terputus dari masyarakat keseluruhan. Dahan pohon dipatahkan oleh oranglain, tapi manusia 'mematahkan'diri mereka sendiri --melalui kebencian dan penolakan-- dan tidak menyadarai mereka telah memotong diri mereka dari seluruh masyarakat... Kita memang bisa melekatkan lagi diri kita dan sekali lagi menjadi bagian dari keseluruhan. akan tetapi jika terlalu sering memotong diri, maka akan semakin sulit untuk melekatkan diri kembali. Kamu bisa melihat perbedaan antara dahan yang selalu tumbuh disebuah pohon, dan dahan yang sudh pernah dipotong dan dilekatkan kembali.
Berkata Selalu Jujur
Kejujuran harus nampak dimatamu, terdenar disuaramu, ma,pak
dimatamu, bagikan kekasihyang menatap wajahmu dn percaya seluruh kisahmudengan
sekilas pandang. Seorang yang jujur dan terus terang bagaikan seorang dengan
bau badan. Ketika Kamu seruangan dengan dia, kamu langsung tahu. Kana tetapi
kepalsuan bagaika pisau yang menancap dipunggung.
Segala hal yang benar otomatis adalah bagian dari Alam dan
sebaliknya kebohongan adalah sesuatu tidak benar/tidak ada, dan artinyabukan
bagian dari alam. Maka jika hidup harus selaras dengan alam, maka berbohong
akan menghalangi meraih kebahagiaan itu. Dengan kta lain, si pembohong telahm
membuat dirinya sendiri menderita dengan berbohong, Karena dia sudah menyimpang
dari alam.
Terkadang ada orang-orang
yang Harus Dihindari
“Pertemanan palsu
adalah yang terburuk. Hindari sebis mungkin. Jika kamu jujur dan terus terang
dan bermaksud baik, itu akan tampak dimatamu. Tidak mungkin disalah artikan”-
Marcus Aurelius
Beberapa Tips
Berurusan dengan orang lain
·
Menyadari bahwa oranglain didorong oleh apa yang
mereka percaya, dan bahwa mereka bangga dengan apa yang mereka lakukan.
·
Jika yang Mereka lakukan benar maka tidak ada
alasan kita iuntuk mengeluh. Jika apa yang mereka lakukan adalah keliru,
(Menyadari) bahwa mereka tidak melakukan dengan sengaja, tetapi lebih karena
ketidaktahuan (Ignorance).
·
Ingatlah bahwa diri kita sendiri melakukan
banyakkesalahankita tidak berbeda dengan mereka.
·
Jika kita menganggaporang lain melakukan
kesalahan, kita belum tentu tahu dengan pasti bhawa itu suatu kesalahan.
·
Ketika Kamu kehilangan kendali atas emosimu,
atau bahkan sekadar merasa kesal. Ingatlah hidup manusia sangatlah singkat dan
tidak lama lagi kita smeua akan dikuburkan.
·
Bahwa bukan apa yang orang lain lakukan yang
mengganggu kita, tetapi persepsi yang salah dari kita sendiri.
·
Labih banyak kerusakan ditimbulkan oleh
kemarahan dan kesedihan kita sendiri daripada hal-hal yang menyebabkan hal
tersebut.
·
Seungguhnya, Kebaikan itu sangatlah kuat asalkan
dilakukan dengan tulus dan bukan pencitraan.
Manusia Lain : Kerja
Kita
Bisa dikatakan, manusia lain adalah ‘kerja’ kita. Tugas kita
adalah melakukan yang baik kepada merwka dan hidup berdampingan dengan mereka. Tetapi
ketika mereka menjadi halangan daam kit menjalankan kerja kita, maka mereka
menjadi irelevan –bagaikan sinar matahari, angina, dan bintang-bintang.
Tindakan kita mungkin dihambat oleh mereka, tetapi tidak ada yang bisa
menghambat niatan atau watak kita.
Pentingnya “Manajemen
orang lain” di Dalam Hidup Kita
Manusia tidak mengizinkan orang lainmerebut property rumah
dan tanah mereka. Jika ada sedikit saja perselisihan mengenai batas, maka
manusia berlomba-lomba mengambil batu dan senjata kan tetapi, manusia
mengizinkan manusia lain mencuri hidup mereka.
Kamu tidak akan menemukn orang lain yng mau membagi-bgikan
uangnya begitu saja, tetapi berapa banyak dati kita justru membuang hidup kita
sendiri. Manusia pelit saat menjaga harta benda mereka, tetapi begitu membuang
soal waktu, kita justru boros. Padahl justru disinilah kita harus pelit.
Intisari bab 7:
· Dalam kehidupan sosial, kita pasti harus berhadapan dengan perilaku manusia ain yang menyebalkan.
· Kalau kamu tersinggungoleh ulah dan perkataan orang lain, itu sepenuhnya salah kamu sendiri.
· Dibalik perilaku menyebaklan orang lain, kemungkinan besar tidak ada motivasi/niatan jahat, tetapi ketidaktahuan/ignorant.
· Orang yang melakukan perbuatan menyebalkan karena tidak tahu, justru seharusnya dikasihani dan diajari, bukan dimarahi.
· Tidak ada yang bisa merendakhan jiwamu. Kemarahan kita jauh lebih merusak daripada penyebab kemarahan itu sendiri.
· Selalu ingat kemungkinan bahwa kita yang salah/keliru.
· ‘Kurang kerjaan’ membuak celah untuk berniat jahat.
· Instruct and indure. Tugas kita adalah membangun oranglain, atau menaggung/menolerir oranglain.
· Kemarahan sama dengan gila sementara.
· Kejujuran adalah bagian dari selaras dengan alam. Ketidak jujran membawa kerugain disaat ini juga.
· Terkadang, memang ada orang-orang yang layak dihindari dalam hidup.
· Waktu adalah harta yang terus menerus berkurang, jangan dihamburkan kepada orang-orang yang tidak membuat hidup kita baik.
0 Comments